Pangandaran Info Media Promosi dan Informasi
Flash menjadi sumber cahaya ideal untuk fotografi close-up, karena anda seringkali bekerja dengan aperture yang kecil untuk mendapatkan ruang ketajaman yang cukup. Hal ini sulit diperoleh bila menggunakan pencahayaan ambient (sekitar).
Persoalan utama dalam memotret close-up, pertama, flash seringkali terlalu kuat untuk jarak yang begitu dekat; kedua, bodi kamera dan lensa biasanya berada di antara flash dan subjek, sehingga memunculkan bayangan pada objek yang anda sinari. Untuk mengatasi, sepertinya anda perlu menggunakan peralatan atau teknik khusus flash.
Menggunakan flash penuh
Sebelum yang lainnya, pastikan dulu bahwa anda telah memilih modus flas yabng benar. Anda juga perlu memastikan tidak memilih modus slow sync. Kalau sampai itu terjadi, kamera akan meperpanjang eksposure untuk merekam pencahayaan sekitar. Tak terhindarkan pula kamera akan goyang lantaran aperture kecil yang distel oleh kamera ketika memotret pada jarak yang dekat dengan flash. Memang benar, “forced flash” standar biasanya menyeimbangkan flash dan cahaya sekitar secara otomatis. Hanya saja, ini akan terjadi ketika intensitas cahaya sekitar setidaknya sama besar dengan intensitas flash. Dalam pemotretan close-up, kamera tidak akan memperpanjang eksposure untuk menangkap pencahayaan sekitar. Untuk menghindari kemungkinan ghosting dari cahaya sekitar, pilih ISO rendah dan, kalau masih memungkinkan, beralihlah ke modus manual sehingga anda dapat memilih setelan maksimum untuk kecepatan sinkoronisasi flash.
Jarak
Seperti telah kita ketahui, anda bisa menggunakan GN flash untuk menghitung aperture yang tepat untuk pemotretan close-up, ketika anda berada dalam jarak satu meter dengan subjek, built-in flash sekecil apapun akan memberi penyinaran lebih dari cukup. Persoalannya mungkin aprture sudah tidak bisa dikecilkan lagi, flash otomatis mampu mengurangi durasi flash sekaligus kekuatannya, sehingga tak ada masalah kekuatan lagi untuk pemotretan makro. Yang jadi masalah adala bodi dan lensa besar pada kamera-kamera SLR digital (pengguna kamera kompak tak seberapa bermasalah, terutama untuk model yang tanpa lensa tambahan). Jika menggunakan flash eksternal untuk kamera SLR anda, lakukan bouncing ke arah reflektor yang diletakan di atas subjek. Kalau menggunakan built-in flash, letakan secarik kertas putih berukuran sekitar dua inci di depan kepala flash; ini kan menghasilkan cahaya yang lebih lebar dan tersebar, dan mestinya bisa menghilangkan bayangan.
Hati-hati paralaks
Kiranya semua fotografer sudah paham dengan masalah kesalahan paralaks ketika memotret close-up, ini terjadi karena viewfinder (jendela bidik) kamera sedikit meleset dari lensa. Maksudnya, yang anda lihat melalui viewfinder tidak selaras dengan yang direkam oleh sensor. Hal semacam itu bisa terjadi pada kamera SLR, juga kamera kompak ketika anda membidik subjek menggunakan layar LCD-nya. Nah, untuk memotret close-up menggunakan flash, anda juga perlu berhati-hati dengan terjadinya paralaks. Dalam kasus ini, yang perlu dicermati adalah pebedaan antara yang dilihat kamera dan yang disinari oleh flash. Flash menawarkan pengaturan cakupan area yang berhubungan dengan zoom setting di lensa. Untuk pemotretan close-up, penyimpangan antara cakupan flash dan lensa jauh lebih tinggi. Sepertinya anda perlu kepala flash agar dapat menyinari subjek secara penuh.
Satu atau dua flash?
Kelebihan built-in flash atau flash eksternal dibanding lampu studio adalah portabilitasnya. Anda bisa dengan mudah membawanya ke taman untuk memotret serangga, misalnya. Kualitas pencahayaan flash untuk close-up kini semakin meningkat, karena kepala flash-nya yang kecil bisa sedekat mungkin dengan subjek dan, karenanya, relatif kian meluas (sekaligus makin lembut) dibanding pemotretan dengan jarak normal. Namun demikian, pencahayaan langsung tidak ideal untuk memunculkan formasi dan tekstur. Itulah kenapa para fotografer alam menggunakan ringflash yang dipasang di bagian depan lensa, untuk mendapatkan pencahayaan yang lembut sekaligus menyeluruh. Untuk lebih mantap lagi, anda bisa menambahkan pencahayaan samping, sistem Macro Twin dari Canon bisa jadi pilihan. Terdiri atas kepala flash di samping ringlight, dan bentuknya yang portabel, ia mampu memberi pencahayaan close-up secara sempurna
Sumber :http://pangandaraninfo.com/2010/02/05/flash-untuk-close-up/
2 komentar:
SIIP.. Reamore Dipasang Boss supaya postingnya keliatan Cakep
thx...he..he..
Posting Komentar